Sejarah Kopi Indonesia

credit gambar by: www.kwinarno.web.id
Berbicara kopi dan Indonesia tidak akan terlepas dari sejarah keberadaan keduanya atau pengaruh-pengaruh lingkungan sekitar yang merubah konteks kopi dan Indonesia. Meskipun untuk pertama kali kopi ditemukan di Ethiopia, Afrika secara tidak sengaja oleh seorang pengembala kambing bernama Khalid. 

Namun, pada tahun 1706 kopi Indonesia yaitu kopi Jawa diteliti oleh Belanda di Amsterdam, yang kemudian tahun 1714 hasil penelitian tersebut oleh Belanda diperkenalkan dan ditanam di Jardin des Plantes oleh Raja Louis XIV. Membuat kopi Indonesia ini sebagai komoditas dagang pada masa pemerintaha VOC. Lebih dari 400.000 ton kopi diekspor dari Indonesia tiap tahunnya-yang sebelumnya pada tahun 1711 VOC mampu mengekspor sebanyak 60 ton kopi- serta untuk dikonsumsi sendiri. Pasar Asia hingga Eropa menjadi sasaran ekportir kopi Indonesia.


Tanah yang subur dan konstruk susunan tanah di berbagai tempat di Indonesia berbeda-beda, maka terciptalah hasil kopi yang berbeda dari tempat asal ditanam. Hal ini membuat keanekaragaman yang terdapat di Indonesia tidak hanya dari hal-hal yang berbau agama, ras dan budaya saja, melainkan keanekaragaman kopi juga. Kopi tersebar ke hampir seluruh nusantara, mulai dari Aceh di ujung Barat sampai Papua di ujung Timur. Untuk lebih dekat dengan kopi-kopi nusantara tak salah bila kita 'berkenalan' sedikit tentang mereka coffee lovers. 





  • Kopi Gayo - Aceh

Sumatera terkenal sebagai salah satu penghasil kopi terbesar di Indonesia. Salah satu daerah dengan kualitas kopi terbaik adalah Aceh. Terdapat dua jenis kopi favorit di Aceh, Kopi Arabika Gayo berasal dari Tanah Gayo Aceh Tenggara dan Gayo Lues, satu lagi adalah Kopi Robusta Ulee Kareeng yang berasal dari Kabupaten Pidie, wilayah Tangse dan Geumpang, Aceh Barat. Kopi Gayo punya aroma dan rasa yang khas, keunggulan rasa Kopi Gayo adalah tidak meninggalkan rasa pahit di lidah setelah meminumnya seperti kebanyakan jenis kopi lainnya. Aroma Kopi Gayo harum dengan rasa gurih tanpa pahit. Menurut sebagian besar pencinta kopi, Kopi Gayo disebut sebagai kopi organik bercita rasa terbaik di dunia. 

  • Kopi Arabika Wamena - Papua

Jenis kopi ini tumbuh di lembah Baliem pegunungan Jayawijaya, Wamena. Keunggulan jenis kopi ini adalah proses menanamnya tanpa menggunakan produk kimia, jenis kopi organik yang tumbuh alami. Kopi Arabika Wamena diekspor ke Amerika Serikat sejak tahun 2008. Aroma dan rasanya sangat khas dibanding jenis kopi lainnya. Melalui proses penanaman yang alami kopi jenis ini mengandung kadar asam yang sangat rendah sehingga lebih aman dikonsumsi. 

  • Kopi Kintamani - Bali

Di sepanjang jalan Kintamani Bali akan tampak perkebunan kopi, membentang dari Tampak Siring hingga Singaraja ada kurang lebih 15.000 hektar lahan yang ditanamani Kopi Kintamani. Kopi Kintamani juga termasuk Kopi Arabika yang ditanam di dataran tinggi sekitar gunung berapi Batur. Clovers pasti tak asing dengan kedai kopi terkenal, Starbucks, kedai kopi ini menggunakan jenis Kopi Kintamani sebagai bahan dasarnya. Kopi Kintamani punya aroma yang lembut dan manis. 


  • Kopi Luwak

Jenis kopi yang satu ini tentu sudah tak asing bagi Clovers, Kopi Luwak salah satu jenis kopi yang unik. Kopi yang matang dipohon dibiarkan dimakan oleh hewan luwak, biji kopi utuh akan dikeluarkan dalam bentuk kotoran luwak. Dalam perut luwak kopi tersebut tidak dicerna hanya mengalami proses fermentasi sehingga dikeluarkan masih dalam bentuk biji kopi utuh. Aroma Kopi Luwak sangat harum, rasanya sedikit berbeda, ada sedikit rasa pahit, getir dan asam. Namun justru rasa yang berbeda ini menjadi daya tarik tersendiri. Kopi Luwak termasuk kopi dengan harga termahal di dunia. Dalam Guiness Book of Record harga Kopi Luwak mencapai US$ 500/kg.


  • Kopi Lanang 

Salah satu kopi terbaik di Indonesia yang diproduksi di Jawa, yaitu kopi Lanang. Seperti namanya Lanang yang berarti pria, kopi ini memang ditujukan bagi kaum laki laki. Kopi ini berasal dari biji kopi tunggal atau biasa disebut Peaberry, yang konon berkhasiat untuk meningkatkan vitalitas kaum pria.

  • Kopi Arang 

Di pulau Jawa, kita punya kopi Arang, kopi yang diproduksi di daerah jember. Dikenal sebagai salah satu kopi terbaik di Pulau Jawa dan melalui proses yang sangat unik dibandingkan dengan jenis kopi lainnya. Berbicara soal proses, kopi Arang diproduksi dengan digosongkan terlebih dahulu. Soal aroma, kopi Arang ini sedikit memiliki bau cabe ketika diseduh dengan air panas.

  • Kopi Toraja 

Di pulai Sumatera, kita punya Kopi Toraja, kopi yang terkenal dengan kelezatan dan cita rasa yang luar biasa unik. Kopi Toraja sendiri ternyata dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu kopi Toraja Robusta dan Kopi Toraja Arabika. Kedua jenis ini memiliki kandungan asam yang cukup rendah. Yang membedakan dari kedua jenis kopi Toraja ini adalah kandungan kafein yang terkandung.  Jika anda belum pernah mencoba kopi Toraja maka ini bisa menjadi kesempatan terbaik untuk mencoba cita rasa yang khas. Berbeda dengan kopi jenis lainnya, Kopi Toraja ini tidak meninggalkan rasa pahit, sensasi rasa pahit langsung hilang seketika ketika diminum pertama kali.


  • Kopi Sidikalang 


Selain kopi Toraja, kita masih punya kopi Sidikalang, salah satu kopi yang juga terkenal di pulau Sumatera. Ditanam di daerah datarang tinggi sehingga menghasilkan biji kopi berkualitas. Cita rasanya yang khas ini disebabkan karena lokasi penanaman yang berada di daerah dataran tinggi vulkanis.


Dalam hal kekayaan dan keanekaragaman sebuah tanaman termasuk kopi di nusantara, tulisan ini hanya merangkum sebagian kecil dari 'emas' nusantara. Sebetulnya masih banyak kopi nusantara yang entah dikenal atau tidak ternyata keberadaannya sudah diketahui oleh sebagian kecil penikmat kopi, seperti kopi buhun di Garut dan lainnya. 






sumber oleh:



- www.kopistory.com



- www.aeki-aice.org



- www.specialtycoffee.co.id





No comments:

Post a Comment