Mengenal Jenis Biji Kopi

Credit gambar by: www.tiaraglobalcoffeegayo.com
Sebelum cangkir-cangkir kopi tersaji di meja coffee lovers pada setiap pagi, kopi adalah sebuah tanaman yang berbiji. Kemudian biji itulah yang akan menjadi cangkir-cangkir kopi coffee lovers, tentunya setelah melalui beberapa proses. Untuk mengenal varietas biji kopi umumnya ada 4 varietas yaitu, kopi arabika, kopi robusta, kopi liberika dan kopi luwak. Dari varietas kopi ini terdapat keunikannya masing-masing, mulai dari bentuk, ukuran, rasa hingga pasar yang berbeda.


  • Biji kopi arabika. 

Biji kopi jenis ini mempunyai kopi cita rasa terbaik.
Kopi arabika merupakan tipe kopi tradisional dengan cita rasa terbaik. Sebagian besar kopi yang ada dibuat dengan menggunakan biji kopi jenis ini. Kopi ini berasal dari Etiopia dan sekarang telah dibudidayakan di berbagai belahan dunia, mulai dari Amerika Latin, Afrika Tengah, Afrika Timur, India, dan Indonesia. Secara umum, kopi ini tumbuh di negara-negara beriklim tropis atau subtropis. Kopi arabika tumbuh pada ketinggian 600-2000 m di atas permukaan laut. Tanaman ini dapat tumbuh hingga 3 meter bila kondisi lingkungannya baik. Suhu tumbuh optimalnya adalah 18-26 oC. Biji kopi yang dihasilkan berukuran cukup kecil dan berwarna hijau hingga merah gelap.

  • Biji kopi robusta

Jenis kopi kedua. Kopi robusta pertama kali ditemukan di Kongo pada tahun 1898. Kopi robusta dapat dikatakan sebagai kopi kelas 2, karena rasanya yang lebih pahit, sedikit asam, dan mengandung kafein dalam kadar yang jauh lebih banyak. Selain itu, cakupan daerah tumbuh kopi robusta lebih luas daripada kopi arabika yang harus ditumbuhkan pada ketinggian tertentu. Kopi robusta dapat ditumbuhkan dengan ketinggian 800 m di atas permuakaan laut. Selain itu, kopi jenis ini lebih resisten terhadap serangan hama dan penyakit. Hal ini menjadikan kopi robusta lebih murah. Kopi robusta banyak ditumbuhkan di Afrika Barat, Afrika Tengah, Asia Tenggara, dan Amerika Selatan.


  • Kopi luwak

Kopi ini adalah kopi hasil fermentasi hewan luwak yang merupakan turunan atau subvarietas dari kopi arabika dan robusta. Biasanya di setiap daerah penghasil kopi memiliki keunikannya masing-masing dan menjadikannya sebagai suatu subvarietas. Salah satu jenis kopi lain yang terkenal adalah kopi luwak asli Indonesia.
Kopi luwak merupakan kopi dengan harga jual tertinggi di dunia. Proses terbentuknya dan rasanya yang sangat unik menjadi alasan utama tingginya harga jual kopi jenis ini. Pada dasarnya, kopi ini merupakan kopi jenis arabika. Biji kopi ini kemudian dimakan oleh luwak atau sejenis musang. Akan tetapi, tidak semua bagian biji kopi ini dapat dicerna oleh hewan ini. Bagian dalam biji ini kemudian akan keluar bersama kotorannya.Karena telah bertahan lama di dalam saluran pencernaan luwak, biji kopi ini telah mengalami fermentasi singkat oleh bakteri alami di dalam perutnya yang memberikan cita rasa tambahan yang unik.

  • Biji kopi Liberika

Kopi liberika adalah kopi yang berasal dari wilayah Liberica, Afrika Barat. Kopi ini dibawa ke Indonesia pada abad ke-19 saat banyak tanaman kopi arabika saat itu terserang penyakit. Saat ini, kopi jenis tersebut ditanam di wilayah Jambi dan Bengkulu. Berbeda dengan arabika dan robusta, tanaman kopi liberika berukuran besar, bisa mencapai tinggi 9 meter. Biji kopi liberika juga lebih besar, kadang mencapai dua kali lipat ukuran biji arabika. Yang unik, daun tanaman kopi ini mengandung kafein lebih banyak. Jenis kopi Liberika umumnya kurang disukai oleh konsumen karena rasanya terlalu asam.  Jenis Liberika ini sekarang hampir musnah, tinggal sisa-sisanya yang masih ada di beberapa tempat.  Jenis kopi Liberika memiliki sifat-sifat : tanaman yang tidak dipangkas bisa mencapai ketinggian 10 m atau lebih.  Pohon berukuran besar bila dibanding dengan jenis lain, demikian juga mengenai daun, cabang dan buahnya. 


sumber :

- http://tanimedia.blogspot.com/

- http://id.wikipedia.org/

http://sains.kompas.com/

No comments:

Post a Comment